| Date : 07-02-2013 8:04:00 | ||
| Buy Back Price :Rp .520.000/gram | ||
Gram
|
Price per Bar
(Rp)
|
Price per Gram
(Rp)
|
250
|
135,250,000
|
541,000
|
100
|
54,140,000
|
541,400
|
50
|
27,095,000
|
541,900
|
25
|
13,580,000
|
543,200
|
10
|
5,462,000
|
546,200
|
5
|
2,751,500
|
550,300
|
4
|
2,200,800
|
550,200
|
3
|
1,660,600
|
553,533
|
2.5
|
1,390,500
|
556,200
|
2
|
1,120,400
|
560,200
|
1
|
580,200
|
580,200
|
Kamis, 07 Februari 2013
Harga Emas LM tanggal 07 Februari 2013
Return reksadana saham masih tipis
Memasuki awal 2013, reksadana saham belum memberikan return tinggi bagi investor. Data PT Infovesta Utama menunjukkan, rata-rata return reksadana saham sepanjang Januari 2013 hanya tercatat 2,8%, lebih rendah dibanding performa indeks harga saham gabungan (IHSG) sebesar 3,17% pada periode yang sama.
Direktur Infovesta Utama, Parto Kawito mengatakan, tipisnya rata-rata return reksadana saham disebabkan oleh tidak meratanya kinerja produk-produk reksadana saham. "Ada yang kinerjanya bagus hingga mengalahkan IHSG, tapi ada juga yang jelek. Sehingga apabila dihitung secara rata-rata, kinerja reksadana saham masih kalah dengan IHSG," kata Parto kepada KONTAN, Selasa (5/1).
Ada beberapa reksadana saham tematik yang dikemas berdasarkan saham-saham sektor tertentu. Analisis Parto, beberapa reksadana saham tematik mencatat kinerja yang buruk dibanding reksadana saham biasa. Misal, rekasadana saham komoditas. "Karena saham komoditas sedang turun, maka reksadana sektor komoditas juga kurang bagus kinerjanya," kata Parto.
Strategi manajer investasi dalam memutar porfolio juga mempengaruhi kinerja reksadana saham. Strategi tersebut terdiri dari pemilihan saham dan waktu yang tepat untuk masuk ke saham tersebut.
Selain itu, kata Parto, saham-saham berkapitalisasi pasar menengah dan kecil memiliki kinerja lebih tinggi dibandingkan saham-saham yang bluechips sepanjang Januari lalu. "Padahal banyak reksadana yang lebih memilih saham bluechips. Kalau manajer invetasi yang jago, maka akan memberikan return yang tinggi," tutur Parto.
Parto menduga, reksadana saham bisa memberikan rata-rata return 12,7% hingga akhir tahun. Prediksi tersebut mempertimbangkan IHSG bisa berada di level 4.950 atau naik 13,7% di akhir tahun nanti.
Masih bisa tinggi
Kendati rata-rata return reksadana saham belum bisa mengalahkan IHSG, banyak produk yang mencetak return tinggi. Reksadana HPAM Ultima Ekuitas 1 milik PT Henan Putihrai Asset Management, menempati urutan pertama dengan return 16,74% sepanjang Januari.
Head of Investment Henan Putihrai Asset Management, Finny Fauzana mengatakan, pihaknya memlilih saham-saham lapis kedua. Saham-saham ini masih murah, tapi berpotensi naik sehingga return bisa tinggi.
Beberapa saham yang menjadi pilihan diantaranya saham PWON, DOID dan BKSL. "Saham-saham consumer goods juga masih bagus karena tingkat konsumsi sangat bagus," kata Finny.
Reksadana Sam Indonesian Equity Fund milik PT Samuel Aset Manajemen (SAM) juga mencatat kinerja di atas IHSG dengan return 6,7%. Presiden Direktur SAM Agus Yanuar mengatakan, dalam mengelola portofolio, pihaknya mempertimbangkan krisis global dan perlambatan ekonomi dunia yang mempengaruhi volatilitas pasar.
Di sisi lain, ekonomi Indonesia yang sekitar 70% digerakkan oleh sektor domestik bisa menjadi peluang mencetak return. "Kami menghindari sektor yang berorientasi ekspor seperti komoditas karena rentan terhadap pelemahan global dan lebih menitikberatkan pada sektor usaha yang berorientasi pasar domestik," papar Agus. Sejumlah saham yang menjadi pilihan produk ini diantaranya TLKM, BMRI, SMGR, dan BBCA.
Rabu, 06 Februari 2013
Harga Emas LM tanggal 06 Februari 2013
| Date : 06-02-2013 8:20:00 | ||
| Buy Back Price :Rp .520.000/gram | ||
Gram
|
Price per Bar
(Rp)
|
Price per Gram
(Rp)
|
250
|
135,000,000
|
540,000
|
100
|
54,040,000
|
540,400
|
50
|
27,045,000
|
540,900
|
25
|
13,555,000
|
542,200
|
10
|
5,452,000
|
545,200
|
5
|
2,746,500
|
549,300
|
4
|
2,196,800
|
549,200
|
3
|
1,657,600
|
552,533
|
2.5
|
1,388,000
|
555,200
|
2
|
1,118,400
|
559,200
|
1
|
579,200
|
579,200
|
Selasa, 05 Februari 2013
Pulau Malenge, Meresapi Kesahajaan Suku Bajoe
Menyelam, snorkeling, berenang adalah beberapa kegiatan andalan saat mengunjungi kawasan cantik Taman Nasional Kepulauan Togean, tak terkecuali saat datang ke pulau yang satu ini, Pulau Malenge.
Pulau Malenge, dapat saja menjadi salah satu pulau favorit Anda di antara puluhan pulau yang tercakup dalam kompleks wisata bahari andalan Sulawesi Tengah di Togean.
Pulau Malenge sebenarnya meliputi dua bagian pulau, yaitu Pulau Papan yang dihuni suku Bajoe dan Pulau Kadoda yang berupa cottage meliputi 8 kamar. Kedua pulau tersebut dihubungkan jembatan kayu panjang yang memukau sejauh 1.800 meter.
Pastikan Anda membidikkan kamera ke arahnya untuk menangkap moment saat anak-anak sekolah berjalan melintasinya secara berkelompok. Obyek unik ini juga sangat sempurna apabila Anda foto dari atas bukit di Pulau Papan.
Selain memiliki gugusan pantai yang indah dan pemandangan alam yang memesona, Pulau Malenge terbilang unik dengan kondisi alamnya yang masih diliputi hutan tropis nan rimbun. Kehidupan masyarakat suku Bajoe dengan kederhanaan dan keterikatan mereka dengan laut adalah hal menarik untuk diamati.
Pulau Malenge merupakan satu dari 6 pulau terbesar yang terletak di sebelah utara kawasan Taman Nasional Kepulauan Togean. Secara administratif, pulau seluas sekitar 12,21 km2 ini masuk dalam wilayah Kecamatan Walea, Kabupaten Tojo Una-una, Sulawesi Tengah.
Berkeliling
Untuk mencapai Pulau Malenge dan mengitari kawasan wisata bahari lainnya yang termasuk dalam kawasan Taman Nasional Kepulauan Togean, Anda dapat menyewa kapal. Semakin banyak orang akan semakin murah mengingat biaya sewa yang bisa dibagi.
Tak jauh dari Pulau Malenge, terdapat sebuah destinasi wisata bernama Pulau Angkaio. Dalam bahasa daerah setempat, nama pulau tersebut berarti “Pulau Kepiting Kenari”. Nama ini rupanya disesuaikan dengan daya tarik utama pulau ini, yaitu mengamati kehidupan kepiting kenari yang merupakan salah satu hewan endemik di Sulawesi Tengah.
Pulau Kadidiri disebut-sebut sebagai tujuan wisata utama di kawasan Kepulauan Togean. Keindahan alam pesisir dan bawah lautnya yang bebas polusi dan eksotis menjadikannya berhak menyandang gelar tersebut. Pulau terpencil dan tak berpenghuni ini berjarak sekira 30 menit perjalanan dengan kapal dari Wakai. Terdapat 3 penginapan saja di pulau cantik ini; kebutuhan akan alat snorkeling dan diving dapat disewa di penginapan tersebut.
Sekitar 30 menit dari Kadidiri, terdapat sebuah pulau yang juga cantik dan layak disinggahi yaitu Pulau Pangempa. Di pulau ini hanya terdapat sebuah penginapan bernama Fadhila Cottage. Terdapat sebuah desa kecil di pulau ini bernama Desa Katupat. Di garis pantainya terdapat banyak pohon kelapa yang menambah sejuk dan indah suasana. Buahnya dapat pula Anda nikmati sebagai pelepas dahaga.
Poya Lisa adalah pulau kecil lainnya yang tak kalah pesonanya dengan pulau-pulau lain. Pulau terpencil nan eksotis serta jauh dari hiruk-pikuk kehidupan kota ini dapat saja menjadi sebuah tempat liburan dan relaksasi yang sempurna. Belum lagi ditambah keramahan pengelola 4 buah cottage di pulau tak berpenghuni ini yang akan pula menjadi kenangan yang menghangatkan hati.
Makanan khas laut yang disajikan oleh pengelola cottage pun sudah menjadi buah bibir di kalangan wisatawan karena rasanya yang memanjakan lidah. Dari Pulau Kadidiri, perjalanan menuju Poya Lisa adalah sekira 2 jam atau dapat ditempuh sekira 10 menit menggunakan kapal motor dari Bomba.
Ikuti twitter Kompas Travel di @KompasTravel
Festival Derawan di Berau
Kompas.com/Dian Maharani Menyelam di hijaunya laut Pulau Derawan
BERAU, KOMPAS - Gagal menjadi tuan rumah Sail Derawan tahun 2013, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, menggelar Festival Derawan yang diharapkan bisa menjadi pendamping Sail Komodo tahun 2013. Festival Derawan menjadi ajang unjuk potensi Kaltim agar terpilih sebagai penyelenggara sail tahun depan.
Menurut Kepala Humas Pemerintah Kabupaten Berau Mapasikra Mapaselleng, rangkaian Festival Derawan dimulai Juli dan puncaknya pada September 2013. ”Target kami, peserta Sail Komodo pun tertarik datang ke Derawan,” katanya, Minggu (3/2/2013), di Berau.
Derawan bisa menjadi tempat penyelenggaraan lomba dan acara yang bertemakan sail (pelayaran), seperti lomba perahu, seminar, dan acara kebaharian lain. Namun, apa saja acara yang nanti digelar juga tergantung masukan dari pemerintah pusat.
Sebagai persiapan Festival Derawan, sejumlah proyek fisik dikerjakan. Misalnya, pertengahan Desember lalu dilakukan pembukaan Bandara Kalimarau di Tanjung Redeb. Terminal baru yang terdiri atas dua lantai bisa menampung 500 penumpang, atau empat kali kapasitas terminal lama. Pengembangan bandara itu dibiayai dengan APBD Berau senilai Rp 450 miliar.
Pengembangan bandara, ujar Mapasikra, akan dilakukan dengan melebarkan landasan pacu. Pemkab Berau juga meminta dana dari pemerintah pusat untuk perbaikan jalan dari Tanjung Redeb ke Tanjung Batu, sebagai pintu masuk ke Pulau Derawan.
Pembangunan bandara di Pulau Maratua juga digarap. Maratua adalah pulau terluar di Berau, yang berjarak sekitar 30 menit memakai speedboat untuk ke Derawan. ”Pembangunan bandara untuk pesawat kecil di Maratua diperkirakan memerlukan Rp 46 miliar. Kami berharap ada dukungan dari APBD Kaltim dan APBN,” kata Mapasikra.
Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak saat pembukaan rute baru MASwings, maskapai anak perusahaan Malaysia Airlines, di Balikpapan, pekan lalu, mempromosikan Festival Derawan pula. Kaltim benar-benar menyiapkan Festival Derawan. (pra)
Sumber :
Kompas Cetak
Harga Emas LM tanggal 5 Februari 2013
| Date : 05-02-2013 8:43:00 | ||
| Buy Back Price :Rp .520.000/gram | ||
Gram
|
Price per Bar
(Rp)
|
Price per Gram
(Rp)
|
250
|
135,000,000
|
540,000
|
100
|
54,040,000
|
540,400
|
50
|
27,045,000
|
540,900
|
25
|
13,555,000
|
542,200
|
10
|
5,452,000
|
545,200
|
5
|
2,746,500
|
549,300
|
4
|
2,196,800
|
549,200
|
3
|
1,657,600
|
552,533
|
2.5
|
1,388,000
|
555,200
|
2
|
1,118,400
|
559,200
|
1
|
579,200
|
579,200
|
Kempera memangkas target rumah subsidi
Lantaran dana terbatas, pemerintah memangkas target pembangunan rumah sederhana yang mendapatkan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tahun ini. Dari sebelumnya sebanyak 350.000 unit, kini cuma 121.000 unit rumah.
Dyah Tjahyani Saraswati, Pemimpin Badan Layanan Umum Pusat Pembiayaan Perumahan (BLU PPP) Kementerian Perumahan Rakyat (Kempera) menyebutkan, target sebanyak 350.000 unit rumah yang mendapat FLPP susesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM).
Namun, faktanya dana yang tersedia tidak sampai sebesar jumlah itu. Dana yang dialokasikan pemerintah untuk membangun rumah FLPP hanya sebesar Rp 7,1 triliun. "Dana sebesar itu hanya cukup untuk membangun rumah FLPP sebanyak 121.000 unit rumah," katanya, Senin (4/2).
Nah, lewat revisi jumlah target dan disesuaikan dengan dana yang tersedia, Dyah optimistis rumah FLPP sebanyak 121.000 unit bisa terbangun semuanya hingga akhir 2013.
Menurut Dyah, kelebihan FLPP seperti bunga angsuran sebesar 7,25% dan tidak berubah selama 20 tahun, menjadi daya tarik sendiri. Itu sebabnya, Kempera yakin pada akhir kuartal satu nanti, penyerapan rumah FLPP bisa mencapai angka 25.000 sampai 30.000 unit atau setara dengan 15% dari total target.
Sekretaris Jenderal Indonesa Property Watch (IPW), Indra Utama, lebih menyorot soal sosialisasi yang tidak rinci kepada mayarakat terkait rumah skema FLPP. Akibatnya, penyerapan dana tersebut pada tahun lalu masih dibawah target.
Asal tahu saja, berdasarkan data Kempera, penyerapan dana FLPP tahun 2012 baru sebesar Rp 3,03 triliun dari alokasi sebesar Rp 7 triliun atau sebanyak 73.923 unit rumah. Angka itu jauh dari target pembangunan sebanyak 133.000 unit rumah.
Asal tahu saja, berdasarkan data Kempera, penyerapan dana FLPP tahun 2012 baru sebesar Rp 3,03 triliun dari alokasi sebesar Rp 7 triliun atau sebanyak 73.923 unit rumah. Angka itu jauh dari target pembangunan sebanyak 133.000 unit rumah.
Langganan:
Postingan (Atom)